Dua tahun yang lalu, suatu peristiwa aneh telah mengacaukan umat manusia. Para manusia telah kehilangan kesadarannya dan bertindak diluar kendali. Hal ini karena melihat kalung batu permata yang telah dirasuki roh jahat. Diketahui belakangan ini, kalung batu permata itu merupakan produk dari suatu Perusahaan ternama di kota Elga. Perusahaan itu adalah Jewel’s King. Ternyata dibalik batu permata itu telah memanipulasi para pembeli benda tersebut. Namun pada akhirnya, kasus tersebut dapat dituntaskan oleh agen rahasia AFF, (sekelompk orang yang memiliki kemampuan khusus)* dan Kpolisian Pusat di kota itu. Meski pemimpinnya teretangkap, namun dalang yang sebenarnya belum tertangkap dan tidak diketahui identitasnya. Dengan cirri memiliki kalung batu permata berwarna hitam dan memiliki julukan “Black Prince”.
“Walaupun kejadian itu sudah berlalu dan kini kehidupan menjadi normal kembali, tetap saja kami harus selalu berwaspada di sekeliling kami. Karena kapan pun Black Prince mengancam kami, para manusia lagi. Hal itu tidak aakn kubiarkan!!” *yang terdiri dari 5 orang.
Suatu hari, Kepolisian Pusat memanggil para anggota agen AFF. Mereka mendapati suatu misi untuk menjadi mata-mata di Sekolah tingkat SMA di kota Elga. Karena ada berita bahwa ada salah satu mantan pembuat batu permata yaitu Noselle Marie menyamar sebagai guru di SMA itu. Aimi yang saat itu sebagai anggota baru agen AFF yang ke-6 turut dalam misi ini. Karena ia memiliki kemampuan yang cukup kuat dan satu-satunya anggota cewek di agen tersebut. Bersama kelima temannya, mereka menyamar sebagai murid di SMA itu. Dan tentunya sudah ada kesepakatan antara pihak sekolah SMA Princetton dengan pihak Kepolisian Pusat beserta agen AFF. Tujuannya untuk menangkap wanita itu dan menanyainya siapakh Black Prince. Karena menurut informasi dari tersangka-tersangka yang sudah diintrogasi wanita itu keluar sebelum insiden batu permata itu terjadi dan mengetahui wajah iblis itu.
Keesokan harinya, Aimi baru akan berangkat ke sekolah, tiba-tiba ada seorang pemuda yang berlari tepat ke arahnya. Tentu saja, hal ini membuat panik dirinya hingga tidak sadar mengeluarkan kekuatannya. Lalu, pemuda itu terpental ke tiang listrik. Aimi meminta maaf padanya. Namun, pemuda yang terlihat dungu itu tidak mempermasalahkannya. Kemudian, mereka berbincang-bincang satu sama lain. Rupanya pemuda itu sama-sama murid baru dalam satu SMA dengan Aimi. Ia bernama Kazuki. Lagi-lagi satu kelas dengannya. Setiap hari mereka selalu pulang dan pergi bersama. Namun lama-kelamaan, Aimi pun merasa risih, karena dimanapun, kemanapun, kapanpun lelaki itu selalu mengikutinya. Ketika Aimi akan mengeluarkan amarah, terpotong karena ada seorang kakek yang sedang menaik sepeda hendak menabraknya. Dengan cepat Kazuki pun menarik dan memluk Aimi. Untungnya Aimi selamat berkatnya. Tetapi Aimi langsung melepaskan pelukan Kazuki darinya, karena ada Ren yang tiba-tiba sedang memandang mereka berdua. Kemudian, dengan raut wajah yang dingin Ren pun meninggalkan mereka. Kazuki yang sadar akan perasaan Aimi yang menyukai Ren tampak bersedih. Lalu, Kazuki mencoba menggenggam tangan Aimi, namun dilepasnya kembali oleh Aimi. Setelah itu, Aimi langsug pulang tanpa berpamitan pada Kazuki.
Esok paginya, Aimi menjelaskan kejadian kemarin pada Ren. Namun, Ren sama sekali tidak merasa ada keterkaitan hubungan apapun dengan kejadian kemarin, ia hanya numpang lewat saja. Kemudian Ren menegaskan pada Aimi bahwa ia tidak memiliki perasaan apapun terhadap Aimi. Melainkan sebagai teman dalam agen saja dan tidak lebih. Ia mengingatkan bahwa ia dan yang lainnya termasuk Aimi hanya tetap menjalani misi saja. Ren pun pergi dan meninggalkan Aimi. Kazuki yang melihatnya langsung menghampiri Aimi. Tiba-tiba seseorang menarik tanga Aimi. Lalu, Aimi berteriak. Kazuki dan Ren pun serentak menolong Aimi. Kazuki yang tampak kesal hingga memuncakkan amarahnya hingga mengeluarkan kekuatan yang aneh. Namun, setelah itu Kazuki pingsan. Ren danAimi pun terkejut melihatnya. Seseorang yang hendak meculik Aimi seketika kabur. Kazuki pun dibawa ke ruang kesehatan dan disana ada Dr.Merline ketika dokter wanita itu hendak membuka pakaian Kazuki, tiba-tiba ia langsung terkejut dan terbelalak seperti yang teringat sesuatu. Ren yang menyadari sikapnya langsung bertanya. Namun Dr.Merline hanya berkata baik-baik saja dan segera memeriksa kondisi tubuh Kazuki. Setelah setengah jam kemudian, Kazuki pun tersadar dan tidak ingat apa yang sudah terjadi. Kemudian, Ren mengantar Aimi pulang sambil merencanakan sesuatu. Aimi tidak yakin jika Dr.Merline adalah. . .
Esoknya, secara kebetulan Dr.Marline mengajak Aimi untuk membicarakan sesuatu bersama Ren. Ia sudah mengetahui bahwa Aimi dan Ren adalah anggota agen AFF yang sedang mencarinya. Ternyata memang benar Dr.Marline adalah Nosselle Marie. Ia memang sudah lama sekali keluar dari perusahaan itu sebelum terjadinya tragedy batu permata. Karena batu premata yang ia buat tidak begitu dipandang oleh pengunjung. Namun setelah kedatangan Black Prince dan menawari batu permata lain yang jauh lebih menarik perhatian dan meraih keuntungan lebih besar bagi perusahaan Jewl’s King. Namun, Nosselle menyadari bahwa cara yang dipakai Black Prince itu salah. Kemudian, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dariperusahaan itu. Dan mencari pekerjaan lain yaitu sebagai dokter di kota Elga. Beberapa bulan kemudian, Nosselle tidak menyangka akan terjadinya peristiwa itu. Namun ia tidak dapat berbuat apa-apa. Karena otak penanam roh jahat ke dalam batu permata adalah Black Pince yaitu iblis.
Setelah itu, ia mengansingkan siri dari kota Elga. Setelah 2 tahun mengasingkan diri, kemudian ia kembali ke kota Elga dan mengganti namanya menjadi Marline Sherlock. Dengan tujuan untuk mencari Black Prince yang hilang secara misterius. Dan menyamar sebagai dokter di sekolah SMA itu. Namun tidak disangka Black Prince sudah depan mata. Dr.Marline menyarankan agar Ren an Aimi menjauh dari pemuda yang bernama Kazuki. Aimi pun penasaran mengapa harus menajuh dari Kazuki. Merline pun memberitahu bahwa Kazuki sebenarnya adalah Black Prince. Ren dan Aimi tidak percaya bahwa Kazuki orangnya. Marline menegaskan kembali bahwa Kazuki memliki kalung batu permata yang berwarna hitam. Meskipun begitu , Aimi tetap belum yakin sebelum melihat dengan mata kepala sendiri.
Lalu akhirnya Ren melaporkan hal ini pada pimpinan agennya dan Kepolisian Pusat. Dan Dr.Merline pun turut memeberikan keterangannya dan ia pun ditunjuk sebagai saksi. Berikutnya, polisi menangkap dan melenyapkan sang iblis yang diduga adalah Kazuki. Keesokan harinya, Aimi mengajak Kazuki untuk pergi bersama dalam artian adalah perpisahan dengannya. Kazuki yang kaget mendengar hal itu dan tampak sedih. Aimi hanya dapat berkata bahwa dirinya bersekolah disana hanya sementara. Kazuki pun mengerti dan ia mencoba membuat kenangan yang manis bersamanya. Tetapi, Aimi masih belu yakin dan mungkinkah ini tindakan yang tepat. Setelah seharian bersenang-senang, Kazuki mengungkapkan perasaan denga senang. Kazuki merasa sangat bahagia dan ini pertama kalinya menikmati hari bersama gadis yang disukainya. Aimi melihat dan mendengar Kazuki berkata seperti itu tidak tega untuk melakukan apa yang menjadi tugasnya.
Kemudian, Kazuki menggenggam tangan Aimi dengan penuh perasaan. Ia akan mengungkapkan isi hatinya. Namun, hal itu digagalkan oleh Ren karena Ren menembak Kazuki tepat di panggung samping kanannya. Kazuiki langsung terjatuh dan Aimi terkekjut, untuk kedua kalinya, Ren menembak Kazuki di bagian kaki dan menembus ke pahanya. Kazuki tampak kesakitan dan Aimi menyuruh Ren untuk berhenti menembaknya. Namun Ren tetap menembaknya hingga berkali-kali. Hal ini pun diikuti oleh teman-teman lainnya. Setelah Kazuki tidak berdaya, kemudian bagian kedua tangan dan kedua kakinya diikat dengan rantai yang telah diberi kemampuan.
Aimi tidak kuasa melihat keadaan Kazuki yang seperti tidak mampu berkata apapun. Kemudian, ren memanggilnya dengan sebutan Black Prince. Namun, Kazuki tidak menyahutnya. Ketik senjata Ren digerakkan barulah Kazuki sadar dan pandangan matanya berubah lalu batu permata warna hitamnya bersinar. Kemarahannya telah menghancurkan rantai yang mengikatnya. Kemudian Kazuki berubah menjadi setengah manusia dan setengah iblis. Kazuki baru menyadari bahwa Aimi menjebak dirnya padahal di sisi lain ia ingin menjadi manusia seutuhnya karena telah dapat mencintai seseorang dengan tulus. Dan kemudian ia akan menyerahkan diri terhadap kesalahannya di masa lalu. Namun, semua out terlambat, karena Aimi telah meipu dirinya hingga pada akhirnya Kazuki menjadi sepenuhnya sebagai iblis. Dunia pun menjadi cengkam. Kepolisian Pusat menyuruh pada masyarakat agar untuk tidak berpergian keluar rumah.
Pertarungan antara Black Prince dan agen AFF pun di mulai. Namun, Aimi tetap tidak bias berbuat apa-apa. Ketika semua berjuang melawan Black Prince, Aimi hanya bias melihat dengan tatapan kosong sambil membayangkan sesuatu. Di saat Rend an yang lainnya kewalahan, Black Prince pun mengarah pada Aimi. Akhirnya terjadi pertarungan antara Blac prince dan Aimi. Black Prince yang benar-benar telah kehilangan kesadarannya sebagai manusia dapat disadarkan kembali oleh teriakan dan air mata dari Aimi. Namun naasnya, pedang yang dipakai Aimi telah menancap dan tepat mengenai uluh hati Black Prince. Kemudian Kazuki pun kembali menjadi manusia seutuhnya.
Kazuki pun memeluk Aimi sambil tersenyum dan berkata, “aku sangat senag ternyata Aimi benar-benar menyukaiku juga. Karena aku sudah tidak merasaka hawa iblis pada diriki. Benarkah Aimi?”.
“I..iya. aku.. aku sangat menyesal. Maafkan aku”. “Aku juga memang menyukai Kazuki”.
Kazuki pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih padanya.
“Aku mencintai Aimi, maafkan atas segala perbuatanku. Selamat tinggal”.
Kazuki pun menghilang dari pelukan Aimi. Dan Aimi hanya menangis dan menangis. Black Prince pun telah dinyatakan lenyap dari dunia ini. Dan semuanya hidup kembali normal.
Walaupun hal ini sangat berat bagi Aimi namun ia tetap menjalani hidupnya dengan ceria bersama teman-temannya. Menjalani misi agen berikutnya.
_END_


0 komentar:
Posting Komentar